www.visfmradio.com

1
Ditinggal Panitia, Tradisi Puter Kayun tak Semarak
Rabu, 30 September 2009 04:40
Banyuwangi - Acara ritual puter kayun yang menjadi kebanggaan dari masyarakat Kelurahan Boyolangu kecamatan Giri dimana sesuai tradisi di rayakan setiap 10 hari setelah lebaran rupanya pada tahun ini menjadi tahun terburuk bagi masyarakat setempat.
Pasalnya, dalam acara yang biasa di laksanakan dengan suasana ritual tersebut selasa (29/09/09) hanya di ikuti oleh 4 dokar (andong). Padahal pada tahun tahun sebelumnya, setiap kali acara ini di gelar selalu di ikuti lebih dari 25 dokar dan berlangsung dengan meriah. Bahkan, makanan tradisional dari warga setempat yang biasa di santap selama acara ini berlangsung tidak tampak di sepanjang jalan di kawasan kelurahan Boyolangu.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini kepala kelurahan Boyolangu, Mahrus,  mengatakan meski hanya di ikuti oleh 4 buah dongkar, namun acara ini tetap dilaksanakan dengan sederhana. Ia menjelaskan, tidak di rayakannya ritual puter kayun ini dengan meriah karena sejumlah masyarakat setempat yang telah masuk dalam daftar panitia, membubarkan diri 3 hari sebelum pelaksanaan tanpa alasan yang jelas. Sehingga acara ini tidak ada yang menangani. “saya sudah keliling ke pemilik dokar, tahun ini khan tidak ada panitia, soalnya panitianya sudah saya persiapkan gak siap, jelasnya.

Selain itu menurut laki laki yang baru 8 bulan menjabat sebagai Kepala kelurahan Boyolangu tersebut, pihak Pemkab Banyuwangi dalam hal ini adalah dinas pariwisata juga tidak berkoordinasi dengan aparatur pemerintah desa setempat. Padahal kata Mahrus, ritual puter kayun ini sudah menjadi agenda tahunan dari Pemkab Banyuwangi.

Saat di konfirmasi Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Dhari Harto, membantah tidak adanya koordinasi pihaknya dengan aparatur desa di kelurahan Boyolangu. Menurut Dhari, selama ini pihaknya menunggu konfirmasi dari pihak kelurahan. Namun hingga hari pelaksanaan, tidak juga adanya koordinasi dari kelurahan Boyolangu. Padahal untuk ritual puter kayun yang telah menjadi agenda tahunan pemkab ini sudah ada anggaran dananya.”Dinas Pariwisata hanya mempromosikan saja, dengan kejadian seperti ini ya kita mencoba untuk mengemas lagi agar terlihat menarik,” katanya.

Ritual puter kayun ini di laksanakan oleh masyarakat Kelurahan Boyolangu setiap 10 hari setelah lebaran Idul fitri di setiap tahunnya. Dalam peringatan ini di ikuti oleh ribuan masyarakat setempat dengan mengendarai kendaraan dongkar dengan start dari kawasan Kelurahan Boyolangu menuju Wana Wisata Watudodol. Ritual ini diperingati sebagai rasa syukur kepada yang maha kuasa atas segala limpahan rahmat yang di berikan kepada masyarakat Kelurahan Boyolangu yang sebagian besar berprofesi sebagai penarik dongkar. Sesampainya di Wana Wisata Watudodol seluruh masyarakat menikmati makanan yang telah di bawa mereka dari rumah dengan di barengi mandi di pantai. (Ilex)
 

event


visfm banyuwangi live streaming