www.visfmradio.com

DPRD Banyuwangi masih nilai Pemkab Gagal dalam Sektor Pendidikan
Rabu, 17 Juni 2009 06:15
Banyuwangi - Besarnya angka butuf huruf hingga memasuki tahun 2009 ini dinilai sebagai kegagalan pemerintah Banyuwangi dalam membangun sektor pendidikan.
Penilaian ini disampaikan oleh DPRD Banyuwangi dalam rangka menyikapi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati tahun 2008.

Menurut wakil ketua DPRD Banyuwangi Eko Sukartono, untuk mengukur keberhasilan sektor pendidikan maka ada 42 indikator yang tertuang dalam rencana kerja pemerintah daerah. Namun dari 42 indikator keberhasilan pendidikan tersebut, hanya 20 indikator saja yang bisa dibilang berhasil. Sedangkan 20 sisanya gagal dan dua indikator lagi masih diragukan pencapaiannya.
“Dari ke 42 indikator keberhasilan bidang pendidikan tersebut ternyata pemerintah daerah hanya berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebanyak 20 indikator, sedangkan 2 indikator lainnya diragukan pencapaiannya, dan 20 sisanya gagal dicapai oleh pemerintah daerah…”katanya.

Eko Sukartono mencontohkan indikator keberhasiln pendidikan salah satunya ialah pada angka partisipasi sekolah tingkat SD/MI yang mencapai 101,78 persen. Pencapaian ini melebihi angka yang ditargetkan sebesar 99,94 persen.

Sedangkan indikator kegagalan pemerintah dalam pembangunan pendidikan ialah penurunan angka buta huruf yang ditargetkan sebesar 0,28 persen dari jumlah penduduk berusia 10 tahun keatas ternyata hanya terealisasi 0,54 persen.

Kecilnya penuntasan buta huruf ini menurut Eko Sukartono berdampak masih tingginya angka buta huruf. Dari 1.700.895 jiwa penduduk Banyuwangi yang masih buta huruf mencapai 9 ribu 185 orang. Kegagagalan dalam pencapaian indikator dalam pendidikan ini menurut Eko Sukartono dapat dihindari apabila pemerintah daerah bersungguh-sungguh dalam memahami dan melaksanakan aturan yang ada.

Eko menambahkan, adanya fakta bahwa banyak kegagalan dalam pencapaian indikator pendidikan ini harus disadari bahwa persoalan pendidikan tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendidikan gratis saja, namun harus ada upaya yang sinergi dan dukungan dari semua pihak serta mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki oleh kabupaten Banyuwangi ini.

Menanggapi penilaian DPRD ini, Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari mengatakan untuk melakukan pembangunan di dunia pendidikan bukanlah hal yang mudah. Target wajib pendidikan dari enam tahun menjadi wajib pendidikan sembilan tahun juga cukup berat untuk dilaksanakan.
“pada saat kita ngejar target seperti itu beban yang harus kita pikul untuk 12 tahun memang berat terutama untuk pendidikan wajib belajar 6 tahun….”kata Bupati

Namun menurut Bupati, apa yang disampaikan oleh DPRD akan dijadikan bahan evaluasi dan bahan untuk membuat rencana kerja tahun mendatang.(Hamsin)
 

event


visfm banyuwangi live streaming