www.visfmradio.com

1
Gedung Dewan Menjadi Jujukan Aksi Unjuk Rasa Hari Anti Korupsi
Kamis, 10 Desember 2009 06:02
Banyuwangi - Peringatan hari anti korupsi internasional yang jatuh pada tanggal 9 desember kemarin, benar-benar dimanfaatkan oleh sejumlah organisasi mahasiswa ekstra kampus di Banyuwangi.
Pada rabu siang (9/12/09), hampir bersamaan tiga elemen mahasiswa Banyuwangi menggelar aksi anti korupsi di gedung DPRD Banyuwangi.

Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia atau GMNI menggelar aksi anti korupsi di gedung DPRD  dan kantor pemkab Banyuwangi pada jam 9 pagi, kemudian pada jam 12 siang, giliran elemen Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Banyuwangi juga menggelar aksi di gedung DPRD.

Sambil menggelar orasi desakan pemberantasan korupsi, belasan anggota HMI ini membakar boneka berbentuk tikus kecil dan besar yang disimbolkan sebagai koruptor yang harus dihukum.

Ketua HMI cabang Banyuwangi, Imam mengatakan, bahwa pemberantasan korupsi masih sebatas pidato para pejabat saja, serta dinilai masih tebang pilih. Oleh karena itulah mereka menunut pemerintah segara menuntaskan kasus Bank Century, sampai kasus dugaan korupsi Bupati Ratna Ani Lestari.

Setelah puas orasi di gedung DPRD, massa HMI ini meninggalkan kantor dewan dan menuju kantor pemkab. Setelah ditinggal massa HMI, gedung DPRD kembali didatngi gelombang aksi demonstrasi mahasiswa anti korupsi. Kelompok aksi yang terakhir ini dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII cabang Banyuwangi.

Sebelum masuk halaman gedung dewan, para mahasiswa ini berhenti terlebih dahulu di perempatan jalan tepat di utara kantor DPRD. Sambil menggelar orasi, para mahasiswa ini menggalang tanda tangan dukungan pemberantasan korupsi. Setelah menggalang tanda tangan di perempatan jalan, kemudian belasan mahasiswa ini bergesar ke dalam halaman gedung dewan.

Di halaman gedung dewan, para mahasiswa ini meneriaki angota DPRD yang sedang melakukan rapat anggaran di ruang khusus bersama tim anggaran eksekutif.

Bahkan mahasiswa sempat berusaha untuk masuk ke ruang khusus yang menjadi tempat rapat tersebut, guna meminta tanda tangan para anggota dewan. Namun usaha para mahasiswa ini kandas karena sejumlah aparat kepolisian langsung menghadang para mahasiswa tersebut. Dilarang masuk ke ruang khusus DPRD oleh aparat keamanan, mahasiswa PMII ini harus puas orasi di halaman sebelah barat gedung DPRD.

Menurut ketua PMII cabang Banyuwangi, Abdul Muqit, seluruh anggota dewan harus berjanji dan mendukung untuk juga melakukan pemberantasan korupsi. Sebab selama ini menurutnya, di kabupaten banyuwangi masih belum ada keadilan dalam pemberantasan korupsi. “kita lihat ada tindakan ketidakadilan terhadap pelaku-pelaku korupsi,” ungkapnya disela-sela unjuk rasa.

Tidak lama kemudian, wakil ketua DPRD Banyuwangi, Joni Subagyo yang baru selesai mengikuti rapat anggaran langsung menemui para pendemo ini dan membubuhkan tanda tangan dukungan untuk melakukan pemberantasan korupsi.

Saat menyambut mahasiswa ini, Joni mengatakan, bahwa dirinya baik secara pribadi maupun lembaga mendukung aksi para mahaiswa tersebut untuk memberantas korupsi. “Secara pribadi saya sangat setuju terhadap gerakan adik-adik ini, yang mana kita punya komitmen agar di bumi blambangan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya harus bebas dari korupsi,” serunya.

Sementara setelah diterima oleh Joni Subagyo, para mahasiswa ini kemudian menutup aksinya denan berdoa bersama di halaman gedung dewan.(Hamsin)
 

event


visfm banyuwangi live streaming