www.visfmradio.com

Lelah Tuntutan tak Direspon, Guru Mogok Mengajar, Siswa Dipulangkan Lebih Pagi
Rabu, 24 Februari 2010 03:53

Banyuwangi - Ancaman PGRI Banyuwangi untuk mogok mengajar, ternyata bukan hanya ancaman semata.
Pada hari selasa (23/02/10), sebagian besar guru di Banyuwangi mogok mengajar. Meski mereka tetap datang ke sekolah namun tidak melaksanakan proses belajar mengajar.

Mogok mengajar ini dilakukan menyusul kesepakatan dalam aksi demo kemarin, bahwa seluruh guru harus mogok mengajar mulai hari selasa hingga jumat 26 februari mendatang.

Mereka kecewa karena pemerintah Banyuwangi menolak mengabulkan tuntutan peningkatan kesejahteraan mulai pengangkatan 3 ribu guru honorer, guru Bantu, dan uang makan.
Para guru tersebut bersedia mengajar kembali hingga kejaksaan agung menahan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan lapangan terbang Blimbingsari.

Menurut sekretaris PGRI Banyuwangi Siswadji, seluruh sekolah harus menunjukkan solidaritasnya terhadap apa yang telah diperjuangankan PGRI. “Yang jelas ini adalah kesepakatan organisasi guru se kabupaten Banyuwangi karena kita sudah demo sebanyak 4 kali tidak ada komunikasi yang baik, sebenarnya demo yang keempat kami hanya minta agar perwakilan dari pemkab bisa duduk sama-sama,” ungkap Siswadji.

Hasil pantauan VIS FM di sejumlah sekolah siswanya sudah dipulangkan ketika baru jam sembilan pagi. Mogok ini dilakukan oleh hampir seluruh sekolah di 24 kecamatan mulai SD hingga SLTA. Terhitung hanya ada 5 kecamatan yang tidak kompak untuk mogok mengajar.
Lima kecamatan yang tidak semua gurunya mogok ialah, kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, Kalipuro dan Wongsorejo.


Menurut Siswadji, mogok ini tidak diberlakukan bagi kelas tiga untuk SLTP dan SLTA serta kelas enam bagi siswa SD. Sementara kelas lainnya total mogok.
Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Sukandi menyesalkan aksi mogok mengajar para guru tersebut. Menurutnya, sebagai Pegawai Negeri Sipil, seorang guru berkewajiban melaksanakan tugas-tugasnya mengajar siswa .

Sementara itu, ketua fraksi Golkar DPRD Banyuwangi, Julistyo Puji Rahayu mengaku prihatin atas kondisi ini. Menurutnya, mogok mengajar guru ini adalah dampak tidak selesainya komunikasi antara Pemda dan guru. Seharusnya menurut Julis, Pemda segera merespon keinginan dari para guru tersebut, sebab apabila mogok mengajar ini tetap  berlanjut, maka akan berakibat fatal bagi anak didik. “Eksekutif harus segera mengambil langkah, juga kasihan melihat nasib guru-guru yang hingga saat ini tidak jelas,” bebernya.(Hamsin)

 

event


visfm banyuwangi live streaming