www.visfmradio.com

Pangkalan Keluhkan Sistem Penjualan Gas Elpiji
Jumat, 29 Januari 2010 04:02
Banyuwangi - Konversi minyak tanah ke gas di kabupaten Banyuwangi, sudah diberlakukan sejak tahun 2009 silam. Namun hingga saat ini, ternyata masih menyisakan persoalan di kalangan distributor gas elpiji tersebut.
Hal ini terkait dengan system distribusi penjualan gas elpiji yang dinilai tidak tertib. Sejumlah pangkalan menilai, dalam pendisitribusian gas elpiji agen telah mengambil lahan pangkalan, sehingga pangkalan merasa kesulitan untuk menjual gas elpiji kepada pengguna.
 
Sidiq Bintoro, salah satu pangkalan gas elpiji di kecamatan Rogojampi mengeluh karena merasa dipermainkan oleh pihak agen gas elpiji.

Bintoro mengaku, telah dirugikan sebab agen yang seharusnya hanya turun ke pangkalan, saat ini agen juga langsung menjual ke toko yang sebenarnya adalah lahan milik pangkalan.

Dengan cara ini menurut Bintoro, demikian pria ini biasa dipanggil, pangkalan akan kelimpungan untuk menjual gas elpijinya, sebab pasar pangkalan telah diambil alih oleh agen.

Seharusnya menurut Bintoro, agen mengambil gas ke pertamina lalu agen menjual kepada pangkalan dan pangkalan menjual ke toko, baru toko-lah yang menjual ke warga. Namun yang terjadi justru tidak demikian, yakni agen malah langsung menjual ke toko dengan harga yang sama dengan pengambilan pangkalan ke agen. Hal ini sangat merugikan pangkalan.

Kondisi ini menurutnya, sangat berbeda dengan sistem pendistribusian minyak tanah yang lebih tertib. Ia berharap, pemerintah daerah bersama dengan pertamina segera menyikapi persoalan tersebut, sebab apabila situasi ini dibiarkan berlangsung maka dihawatirkan akan berakibat tidak baik. ”Sekarang khan yang terjadi realnya, agen langsung mendistribusikan ke toko-toko, kita sebagai pangkalan jadi susah kalau gini,” keluh Bintoro.


Sementara itu, wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Nuris Iskandar mengatakan, konversi minyak tanah ke gas elpiji merupakan kebijakan pemerintah pusat yang berlaku secara nasional yang dalam hal ini dilaksanakan oleh pertamina, oleh karena itulah menurut Gus Yus, demikian pria ini biasa dipanggil, pemkab akan terus berkordinasi dengan pertamina agar pelaksanaan konversi ini berjalan dengan baik dan tidak merugikan masyarakat.(Hamsin)
 

VIDEO OF THE WEEK