www.visfmradio.com

PT KAI DAOP 9 Jember Tambah Jumlah Petugas Juru Penilik Jalan (JPJ)
Rabu, 03 Februari 2010 03:35
Banyuwangi - Karena banyaknya rel kereta api antara stasiun Banyuwangi Baru Ketapang hingga stasiun Kalibaru yang tercatat masuk dalam kawasan daerah rawan banjir dan tanah longsor, PT.KAI DAOP 9 Jember menambah jumlah petugas juru penilik jalan atau JPJ ekstra.
Pelaksana harian kepala humas DAOP 9 Jember, Gatot Supiyatmoko mengatakan, biasanya, setiap orang JPJ, bertugas memeriksa kondisi rel kereta api sejak pagi hingga sore hari. Namun karena saat ini masih masuk musim penghujan, jumlah JPJ ekstra di tambah untuk bertugas hingga malam hari. Sehingga di khawatirkan hujan yang mengguyur kawasan kota Banyuwangi hampir dalam setiap hari ini akan merusak besi rel kereta api.

Gatot beralasan, hal ini di lakukan guna mengantisipasi adanya kerusakan besi rel kereta api karena seringnya terendam air hujan. Seiring dengan masih masuknya musim penghujan di wilayah Banyuwangi ini, tentu saja akan menambah tugas dari JPJ tersebut. Menurut Gatot, peningkatan pemeriksaan rel kereta api ini bertujuan demi keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa transportasi kereta api, yang hingga kini masih banyak di minati oleh masyarakat. “Ada penambahan JPJ ekstra terutama titik-titik yang ditunjuk untuk rawan banjir,” jelas Gatot.

Sementara, berdasarkan catatan PT.KAI DAOP 9 Jember untuk kawasan antara stasiun Banyuwangi Baru Ketapang hingga stasiun Kalibaru yang masuk dalam daerah rawan banjir adalah, KM 75+600 lintas Banyuwangi – Surabaya. Tepatnya antara stasiun Rogojampi – Kabat, KM 0+100 tepatnya antara stasiun Kabat – stasiun Karang asem, dan di KM 10+800 tepatnya antara stasiun Karang asem – stasiun Argopuro. (Ilex)
 

VIDEO OF THE WEEK