www.visfmradio.com

Sejumlah Kalangan Sesalkan Molornya Pengesahan APBD
Senin, 08 Februari 2010 03:53
Banyuwangi - Tidak segera disahkannya RAPBD tahun 2010, menuai keprihatian sejumlah kalangan di Banyuwangi.
Seperti yang disampaikan oleh Kordinator LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Banyuwangi atau Aman Korban, Tulus Sujianto. Menurut Tulus, seharusnya seluruh pihak bersikap dewasa dalam proses pembahasan RAPBD ini. Sebab APBD ini menurutnya adalah untuk rakyat.

Lebih lanjut ia mengatakan, seluruh pihak harus bersikap lebih mementingkan kepentingan umum, bukan hanya memetingkan kepentinan pribadi saja. ”Jangan sampailah dikayakan kepentingan-kepentingan subyektif atau kepentingan-kepentingan perseorangan yang bisa mengalahkan jutaan masyarakat Banyuwangi,” cetusnya.

Sementara Kornelis, warga Tukangkayu Banyuwangi mengaku prihatin atas belum disahkannya APBD tahun ini. Menurutnya, belum disahkannya RAPBD hingga saat ini adalah cerminanan dari sikap ego semua pihak, baik ekskutif maupun legislatif. ”Idealnya kita harus mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi atau golongan, sekarang khan dibalik, utamakan kepentingan probadi atau golongan diatas kepentingan rakyat,” kritik Kornelis.

Senada dengan Kornelis, Bomba Sugiarto, mantan anggota fraksi PDIP Banyuwangi ini mengaku prihatin dengan kondisi yang saat ini terjadi. Menurut Bomba, munculnya persoalan ini berawal dari belum tuntasnya bargain antara legislatif dan eksekutif.

Seharusnya menurut Bomba,bargain antara eksekutif dan legislatif dituntaskan pada saat pembahasan KUA PPAS, bukan lalu muncul diakhir pembahasan.

Jika persoalan boker yang dijadikan permasalahan, maka akan salah kaprah. sebab masih menurut Bomba, tugas DPRD adalah mengesahkan RAPBD. Dan jika mengurusi persoalan boker berarti DPRD telah melakukan intervensi. padahal urusan APBD adalah urusan kepentingan masyarakat luas. ”Saya ingatkan temen-temen di DPRD, kalau mau main cantik ya monggo, tapi jangan secantik-cantiknya,” ungkap Bomba.(Hamsin)
 

VIDEO OF THE WEEK